Jumat, 27 September 2019

Manipulating someone else’s feelings isn’t an achievement, you badass. Every night feels so long, and I’m already holding this shit for too long. Sometimes I will randomly crying over the night. I know it might be a long journey and a lot of efforts, which won't guarantee a full recovery. But I actually stronger more than this, more than I thought. This damn person maybe made me into a really deep sad but I believe everything will be goes well. And I refuse to die until this things get better.



—is being jerk your job?

Minggu, 22 September 2019

Hela Napas

Tarik napas
Hingga terasa mulai sengal
Hingga dadamu terasa sakit

Tarik napas sekali lagi
Kali ini lebih keras lebih dalam
Hingga dadamu seperti terhimpit

Hembuskan napas
Keluarkan dengan panjang
Keluarkan seakan - akan tidak ada sisa

Seolah rasanya akan kehabisan napas
Seakan paru - parumu terasa kosong
Seakan bebanmu ikut berhembus

Tak mengapa untuk melakukan kesalahan
Tak akan ada yang menyalahkanmu
Semua orang melakukan kesalahan

Teruslah menghela napas
Terkadang memang ada hari yang sulit
Tapi tak mengapa karna aku akan mendekapmu



— please jangan nyerah ya

Sabtu, 07 September 2019

Rehat

Terus terang saja, terkadang social media membuat saya lelah, belum lagi diperburuk dengan melihat berbagai macam tampilan - tampilan orang yang membuat ilfeel, setidaknya dari penilaian saya, dari prespektif pribadi saya tentunya.

Bukankah forum ini hanya memaksa untuk memberikan versi terbaik dari dalam diri kita, ini sungguh melahirkan bentuk obsesi  yang aneh, hingga justru hanya menjadi salah satu penyumbang stress. Ayolah jangan terlalu berusaha menyenangkan semua orang, tak perlu buat orang lain terkesan akan kehidupan yang sebenarnya biasa - biasa saja.

Maka sudah di putusankan yang harus dilakukan adalah mundur perlahan atau yang bisa kita sebut mulai rehat, yang harus di lakukan sejenak adalah menarik diri lalu menenggalamkan diri dalam dunia nyata, atau barangkali dengan buku - buku sebagai pelarian sementara sambil menyeduh dua gelas kopi di pagi dan sore hari. Mulai terdengar menyengkan bukan ?

Percayalah ini tidak akan lama, oh ralat mungkin bisa berlangsung agak lama juga. Yang jelas untuk memastikan bahwa semuanya mulai terasa nyaman kembali. Tapi sungguh ini hanya akan berlangsung sementara. Maka akan saya persilakan diri sendiri untuk menarik napas sejenak, guna menenangkan jiwa yang sedang lelah dengan berbagai macam emosional yang sudah terkuras. 

Lantas hal ini dilakukan bukan berarti tandanya saya sedang dalam kondisi yang buruk, saya tentu baik - baik saja dan akan selalu baik. Kelak saya akan kembali dengan kondisi serta situasi yang lebih kondusif dari sebelumnya.

Janji.

Minggu, 25 Agustus 2019

Tentang Sistem Federasi di negara kita


Banyak keuntungan yang bisa didapat dari sistem Federasi, sebenarnya apa sih pengertian Federasi itu sendiri. Federasi adalah sebuah bentuk pemerintahan di mana beberapa negara bagian bekerja sama dan membentuk kesatuan yang disebut negara federal. Masing-masing negara bagian memiliki beberapa otonomi khusus dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan yang dianggap nasional. Di Indonesia sendiri ada beberapa daerah yang menerapkan sistem Federasi ini, diantaranya Aceh yang diberi keistimewaan dan kewenangan dan otonomi khusus. Mengingat kembali sejarah Aceh yang dimulai sejak tahun 1976 dimana mulai dibentuknya organisasi masyarakat bernama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berusaha melepaskan diri dari Indonesia, tapi hal tersebut dapat dicegah. Kenapa Indonesia tidak menggunakan sistem Federasi untuk semua bagian dari wilayahnya ? banyak keuntungan yang bisa didapat, seperti bisa jadi bahan evaluasi atau pembelajaran bagi daerah lain yang sudah sukses mengimplementasikan kebijakannya. Hanya saja masyarakat kita belum cukup teredukasi mengenai sistem tersebut, seperti yang baru saja terjadi baru – baru ini. Bagaimana Aceh yang mengumumkan akan memberlakukan peraturan baru, hal ini tentu saja menimbulkan berbagai macam reaksi masyarakat, tidak sedikit pula yang justru menghakimi. Padahal peraturan tersebut bisa saja memiliki sisi positif yang nantinya akan dievaluasi kembali setelah diberlakukannya, dilihat apakah peraturan tersebut layak atau tidak diterapkan dalam suatu daerah. Jika memang memberikan dampak yang bagus maka akan tetap dilanjutkan dan tentu saja bisa menjadi contoh bagi daerah – daerah lain. Sesungguhnya Hukum itu sendiri bersifat dinamis dan berubah – ubah mengikuti perkembangan zaman, lalu kenapa harus gelisah dengan segala kemungkinan dan perubahan yang ada, cukup diambil yang baik dan buang yang buruknya.


--12 Agustus 2019

Minggu, 21 Juli 2019

Perlu tidak sih aborsi dilegalkan ?

Kehamilan di luar nikah tentu memiliki korelasi dengan tindakan aborsi. Peristiwa ini tentu saja meresahkan masyarakat terutama yang memiliki anak remaja khususnya perempuan. Penyebab dari tindakan aborsi cukup bervariasi, dimulai dari kurangnya finansial maupun ketidakmapuan merawat bayi. Aborsi sendiri masih menjadi perdebatan di berbagai negara, dilema tersebut timbul untuk menentukan apakah aborsi merupakan tindak pidana atau justru hak seseorang yang harus dilindungi. Perilaku aborsi erat kaitannya dengan korban pelecehan seksual, tidak dapat dipungkiri pemerkosaan menimbulkan akibat yang traumatis bagi korban, belum lagi jika terjadi kehamilan yang justru akan makin menambah beban yang semakin besar. Dengan begini, apakah pemerkosaan dapat dijadikan alasan untuk melakukan aborsi ? sejauh ini hukum belum bisa menjawab pertanyaan ini. Tindakan aborsi tidak selalu dikatakan sebagai perbuatan jahat atau tindak pindana, terutama yang bersifat medikalis. Tidak perlu pakai kata-kata yang halus untuk mengungkapkannya, tetap membunuh bukan merupakan larangan, terkadang ada keadaan yang eksepsional hingga membunuh dapat dibenarkan. Sering sekali timbul perasaan yang dilematis, dalam situasi begini baiknya kita berpegang pada prinsip the lesser evil: dari dua hal yang buruk, dipilih yang kurang buruk. Masyarakat sebenarnya membutuhkan aborsi, sesuatu yang di ilegalkan malah justru akan mengakibatkan bahaya, justru dengan di legalkannya aborsi, maka keamanan bagi ibu akan lebih terjamin karena diawasi oleh badan yang berwewenang. Di undang-undang Kesehatan No. 23 tahun 1992, mengatakan bahwa aborsi boleh dilakukan dengan alasan medis. Yang menjadi masalah disini adalah bagaimana jika janin tersebut merupakan hasil dari pemerkosaan, karena hal itu tidak diatur dengan jelas. Apabila kita mengacu pada pendapat-pendapat dari sudut pandang lain, yang menjadi pertimbangan aborsi bukan hanya karena fisik, tetapi juga dari sisi sosial. Berbicara tentang pertimbangan sosial, hal ini dilakukan karena wanita yang diperkosa tentu mendapat tekanan psikis yang sangat berat.

Jumat, 19 Juli 2019


—Oleh Rizka Desvita

Most people do not stop cheating when caught, they will find a less risky way of cheating so they do not get caught again instead. I learned it the hard way. I feel the need to go through you again and again and I feel insecure, asking myself what I did wrong. I will start hating myself over my partner's inability to be loyal. Even when I don't find anything. I will still feel the need to dig through etc every once in a while. it’s unhealthy. 


—May God be with you

♥ MUSIC ♥

♥ MUSIC ♥
come play keyboard

♥ MUSIC ♥

♥ MUSIC ♥
come sing a song