Minggu, 25 Agustus 2019

Tentang Sistem Federasi di negara kita


Banyak keuntungan yang bisa didapat dari sistem Federasi, sebenarnya apa sih pengertian Federasi itu sendiri. Federasi adalah sebuah bentuk pemerintahan di mana beberapa negara bagian bekerja sama dan membentuk kesatuan yang disebut negara federal. Masing-masing negara bagian memiliki beberapa otonomi khusus dan pemerintahan pusat mengatur beberapa urusan yang dianggap nasional. Di Indonesia sendiri ada beberapa daerah yang menerapkan sistem Federasi ini, diantaranya Aceh yang diberi keistimewaan dan kewenangan dan otonomi khusus. Mengingat kembali sejarah Aceh yang dimulai sejak tahun 1976 dimana mulai dibentuknya organisasi masyarakat bernama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berusaha melepaskan diri dari Indonesia, tapi hal tersebut dapat dicegah. Kenapa Indonesia tidak menggunakan sistem Federasi untuk semua bagian dari wilayahnya ? banyak keuntungan yang bisa didapat, seperti bisa jadi bahan evaluasi atau pembelajaran bagi daerah lain yang sudah sukses mengimplementasikan kebijakannya. Hanya saja masyarakat kita belum cukup teredukasi mengenai sistem tersebut, seperti yang baru saja terjadi baru – baru ini. Bagaimana Aceh yang mengumumkan akan memberlakukan peraturan baru, hal ini tentu saja menimbulkan berbagai macam reaksi masyarakat, tidak sedikit pula yang justru menghakimi. Padahal peraturan tersebut bisa saja memiliki sisi positif yang nantinya akan dievaluasi kembali setelah diberlakukannya, dilihat apakah peraturan tersebut layak atau tidak diterapkan dalam suatu daerah. Jika memang memberikan dampak yang bagus maka akan tetap dilanjutkan dan tentu saja bisa menjadi contoh bagi daerah – daerah lain. Sesungguhnya Hukum itu sendiri bersifat dinamis dan berubah – ubah mengikuti perkembangan zaman, lalu kenapa harus gelisah dengan segala kemungkinan dan perubahan yang ada, cukup diambil yang baik dan buang yang buruknya.


--12 Agustus 2019

Minggu, 21 Juli 2019

Perlu tidak sih aborsi dilegalkan ?

Kehamilan di luar nikah tentu memiliki korelasi dengan tindakan aborsi. Peristiwa ini tentu saja meresahkan masyarakat terutama yang memiliki anak remaja khususnya perempuan. Penyebab dari tindakan aborsi cukup bervariasi, dimulai dari kurangnya finansial maupun ketidakmapuan merawat bayi. Aborsi sendiri masih menjadi perdebatan di berbagai negara, dilema tersebut timbul untuk menentukan apakah aborsi merupakan tindak pidana atau justru hak seseorang yang harus dilindungi. Perilaku aborsi erat kaitannya dengan korban pelecehan seksual, tidak dapat dipungkiri pemerkosaan menimbulkan akibat yang traumatis bagi korban, belum lagi jika terjadi kehamilan yang justru akan makin menambah beban yang semakin besar. Dengan begini, apakah pemerkosaan dapat dijadikan alasan untuk melakukan aborsi ? sejauh ini hukum belum bisa menjawab pertanyaan ini. Tindakan aborsi tidak selalu dikatakan sebagai perbuatan jahat atau tindak pindana, terutama yang bersifat medikalis. Tidak perlu pakai kata-kata yang halus untuk mengungkapkannya, tetap membunuh bukan merupakan larangan, terkadang ada keadaan yang eksepsional hingga membunuh dapat dibenarkan. Sering sekali timbul perasaan yang dilematis, dalam situasi begini baiknya kita berpegang pada prinsip the lesser evil: dari dua hal yang buruk, dipilih yang kurang buruk. Masyarakat sebenarnya membutuhkan aborsi, sesuatu yang di ilegalkan malah justru akan mengakibatkan bahaya, justru dengan di legalkannya aborsi, maka keamanan bagi ibu akan lebih terjamin karena diawasi oleh badan yang berwewenang. Di undang-undang Kesehatan No. 23 tahun 1992, mengatakan bahwa aborsi boleh dilakukan dengan alasan medis. Yang menjadi masalah disini adalah bagaimana jika janin tersebut merupakan hasil dari pemerkosaan, karena hal itu tidak diatur dengan jelas. Apabila kita mengacu pada pendapat-pendapat dari sudut pandang lain, yang menjadi pertimbangan aborsi bukan hanya karena fisik, tetapi juga dari sisi sosial. Berbicara tentang pertimbangan sosial, hal ini dilakukan karena wanita yang diperkosa tentu mendapat tekanan psikis yang sangat berat.

Jumat, 19 Juli 2019


—Oleh Rizka Desvita

Most people do not stop cheating when caught, they will find a less risky way of cheating so they do not get caught again instead. I learned it the hard way. I feel the need to go through you again and again and I feel insecure, asking myself what I did wrong. I will start hating myself over my partner's inability to be loyal. Even when I don't find anything. I will still feel the need to dig through etc every once in a while. it’s unhealthy. 


—May God be with you

Selasa, 16 Juli 2019

Le Mythe de Sisyphe


—Oleh Rizka Desvita

Mengutip pemikiran dari buku seorang sastrawan asal Prancis, Albert Camus. Yang menganalogikan hidup seperti kisah salah satu mitologi Yunani. Sissyphus yang dikutuk Zeus untuk mendorong batu hingga ke puncak, tapi saat sudah sampai ke puncak gunung, batu itu akan menggelinding kebawah hingga Sissyphus harus kembali mendorongnya, begitu terus hingga tiada akhir. Albert Camus menggambarkan kehidupan seperti kisah Sissyphus dari ketidakmampuan menolak kehidupan, maka kita harus menjalaninya. Upaya mencari makna hidup sama seperti mendorong batu lalu melihatnya kembali menggelinding kebawah, pada dasarnya semua akan sia-sia. Hanya saja kita manusia yang memaknai arti hidup itu sendiri dengan memiliki suatu hasrat dan pencapaian, tapi saat kita sudah sampai diatas, pada akhirnya kita akan tetap melanjalani kehidupan kembali. Albert Camus merumuskan paham absurdisme yang mengartikan kalau hidup itu absurd! usaha manusia untuk mencari arti dari kehidupan akan berakhir dengan kegagalan dan bahwa kecenderungan manusia untuk melakukan hal itu sebagai suatu yang absurd. Seperti kenapa kekecewaan, kesedihan, kemalangan, depresi, dan penderitaan terjadi ? kenapa kesenangan hanya sementara ? mengapa harus ada pengharapan ? Pada akhirnya kita harus sadar bahwa semua itu hanya sementara lalu kita akan melewatinya, mau tidak mau kita harus menghadapinya karena kehidupan akan terus berlanjut.

 —Midnight 00.08 AM Tuesday, July 16

Rabu, 22 Mei 2019

[Merenguk]



—Oleh Rizka Desvita

Apakah ini benar?
Kehangatan yang membakar
Hanya menimbulkan asap
Aku mencoba menelan kebahagiaanku

Semuanya tertutupi satu lapisan lagi
Bahkan hanya bualan kosong
Dan aku hanya berteriak
Sepertinya aku tak mengenalmu

Seperti anggur yang pekat
Bahkan jika itu menjadi gelap
Aku akan minum walau tak mabuk
Aku akan menelanmu

Ini lebih kejam dari yang kubayangkan
Seandainya aku bisa menjadi monster
Lalu aku akan menelan semua pilu
Kumohon, andai aku bisa

 —May 16

Jumat, 10 Mei 2019


—Oleh Rizka Desvita

Being in this place that I’m now, in this spotlight, it’s like yes that does mean a lot of things I used to deal with that were horrible, I hope I don’t have deal with anymore. And I’m just like “fuck you mean it’s too sad? who the fuck is happy?”. but everyone has a same point when they looked in the mirror and looking back again and been like “I'm not about this, I don’t wanna be you.” and I write this exactly when I looked in the mirror. I’m staring in the mirror, I see myself and saying that every single things to that bitch. “who the fuck am I? I’m feel like a shit.” 

 —Mirror

♥ MUSIC ♥

♥ MUSIC ♥
come play keyboard

♥ MUSIC ♥

♥ MUSIC ♥
come sing a song