Senin, 16 Januari 2017
[Tidur]
—Oleh Rizka Desvita
Aku akhir - akhir ini susah tidur
Pikiranku melayang membaur
Melambung tinggi lalu membentur
Hanya dingin malam yang setia memeluk
Saat pintu angan kembali terketuk
Kala kuingat tutur manis penakluk
Rasa air lalu tetap terasa asin
Malam ini pun sama seperti kemarin
Terus berlari lalu terjebak di kenangan labirin
Setelah dipikir bukan aku yang terlalu getir
Hanya saja kau yang terlalu mahir
Dalam mematahkan hati tanpa akhir
Aku hanya terlalu lelah sayang
Sudahi saja dan pergi pulang
Aku hanya ingin tidur sekarang
Wednesday, November 2
11.53 PM
Kamis, 21 Januari 2016
[Bagaimana Denganmu]
Bagaimana Denganmu ?
aku memikirkanmu sepanjang hari
bahkan saat aku bernyanyi
bahkan saat aku berjalan
bahkan saat aku berkerja
pikiranku dipenuhi olehmu
aku berharap kau terluka sepertiku
aku berharap kau menangis sepertiku
aku berharap kau tinggal dalam kenangan sepertiku
aku tersenyum setiap harinya
mereka pikir aku sudah terbiasa tanpamu
mereka pikir aku sudah melupakanmu
mereka pikir aku sudah bahagia
bagaimana aku bisa bahagia ?
bagaimana bisa aku bahagia tanpamu ?
[Seperti Katamu]
—Oleh Rizka Desvita
Kau menyuruhku untuk bahagia
Mengatakan semuanya baik - baik saja
Mengapa kalimat itu begitu menyedihkan
Tapi kau mengatakan ini semua untukku
Kau pernah singgah dihatiku
Aku menyebutnya cinta
Tapi apa itu perpisahan?
Kenapa begitu menyakitkan?
Dan kau meninggalakanku
Aku ingin melindungi hati ini
Jadi aku tak akan terluka lagi
Membuatku tak bisa jatuh cinta
03.15 AM
Sabtu, 18 April 2015
[Tak Bisa Melupakan]
—Oleh Rizka Desvita
Aku
terpesona pada langit yang berubah
Aku akan
menangis pada film picisan
Aku
sekarang sendirian . . .
Biarkan
aku mengucapakan sebuah kata-kata
Sungguh
aku tak ingin lagi peduli tetangmu
Aku akan
segera melupakanmu
Dapatkah kau
mengatakannya juga ?
Maukah kau
melakukannya juga ?
Menggengamnya
dengan erat lalu terjatuh
Aku melakukannya
berulang kali seperti orang bodoh
Hanya berharap melupakan semua tentangmu
Air mataku
mengalir lagi . . .
Sunday, 19
April 2015
7 : 28 AMSenin, 19 Januari 2015
[Goresan Rindu]
—Oleh Rizka Desvita
Dalam dinginnya pagi
Masih terselip
kehangatan rinduku
Aku sudah bilang
pada mentari
Bahwa,kutitipkan
salam rinduku padamu
Lihatlah...
Betapa banyaknya helaian
rambut
Itu belum seberapa
Dengan rinduku padamu
Bahkan tetesan
hujan pun belum sebanding
Jika rinduku
adalah hujan
Yang aku yakini
adalah
setengah bumi
sudah tenggelam
Jika rinduku
adalah oksigen
Aku akan terus
menghirupnya,
Sampai tubuhku tak
bernyawa lagi
Jika rinduku
adalah komedi putar
Ia tak akan
berhenti berputar
Karna dirimu
adalah porosnya
Jika rinduku
adalah luka
Ia adalah
segumpalan darah
Yang memaksa untuk
keluar dari kulit
Jika rinduku
adalah amalan baik
Tak
terbayangkan...
bagaimana sibuknya
malaikat Raqib
Dengan pena
kugoreskan tintaku
Kutumpahkan
didalam lembaran kertas
Hingga menjadi
untaian kata tentangmu
Aku merindukanmu
dengan cara sederhana
___
Surat.
—Oleh Rizka Desvita
Teruntuk : yang telah menemukan seorang perempuan dengan hati
yang remuk serta kegagalan cinta.
Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan
Terimakasih telah menjabat jemari tanganku saat aku akan
terjatuh dijurang kesengsaraan. Terimakasih telah menemukanku diantara daun –
daun yang gugur. Terimakasih telah berjalan bersamaku bahkan disaat hujan yang
gelap. Terimakasih karena dapat membaca keresahan dalam diriku. Terimakasih sudah
menjadi payung untukku. Terimakasih.
Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan
Kamu yang selama ini kucari, dalam setiap langkah, setiap
malam, setiap ruang bahkan ke sudutnya. .
kukira aku tak akan pernah bisa menemukan lelaki dengan setiap
kesederhanaannya, tali optimis ini nyaris putus. tetapi benteng pikiran itu
runtuh sesudah aku mengenalmu. Terimakasih sudah menjadi prajurit dengan
perisai keyakinan. Terimakasih.
Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan
Aku sungguh sangat tidak menyangka dapat mencintaimu dengan
penuh tanpa batas tanpa jeda. Tidak menyangka bahkan tidak berani bermimpi ada
kata ‘kita’ dalam kisah ini. Sungguh tak pernah menyangka kau akan menjadi
seseorang yang berarti untuk kelangsungan hidupku. Tak menyangka pula
pentingnya keberadaanmu sebanding sepenting seberarti dengan oksigen yang
kuhirup. Terimakasih sudah membuat satu kata dengan makna. Terimakasih.
Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan
Disaat dunia terpenuhi dengan ribuan bahkan jutaan perumpuan
berparas cantik kau memilihku yang biasa saja ini. Memelukku dengan erat membuat
kepercayaan diri ini berdiri kembali. Memuja seolah aku angin dan kau hujannya.
Terimakasih untuk tidak menepi kemana – mana, dan mencintaiku dengan sewajarnya.
Terimakasih banyak bung.
Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan yang sudah
menunjukkanku mana langkah yang benar,
Kumohon tetaplah seperti ini. Aku mencintaimu.sangat.
Langganan:
Postingan (Atom)
♥ MUSIC ♥
come play keyboard
♥ MUSIC ♥
come sing a song






