Kamis, 21 Januari 2016

[Bagaimana Denganmu]



Bagaimana Denganmu ?


aku memikirkanmu sepanjang hari
bahkan saat aku bernyanyi
bahkan saat aku berjalan
bahkan saat aku berkerja

pikiranku dipenuhi olehmu
aku berharap kau terluka sepertiku
aku berharap kau menangis sepertiku
aku berharap kau tinggal dalam kenangan sepertiku

aku tersenyum setiap harinya
mereka pikir aku sudah terbiasa tanpamu
mereka pikir aku sudah melupakanmu
mereka pikir aku sudah bahagia

bagaimana aku bisa bahagia ?
bagaimana bisa aku bahagia tanpamu ?



[Seperti Katamu]




Oleh Rizka Desvita

Kau menyuruhku untuk bahagia
Mengatakan semuanya baik - baik saja
Mengapa kalimat itu begitu menyedihkan
Tapi kau mengatakan ini semua untukku

Kau pernah singgah dihatiku
Aku menyebutnya cinta
Tapi apa itu perpisahan?
Kenapa begitu menyakitkan?

Dan kau meninggalakanku
Aku ingin melindungi hati ini
Jadi aku tak akan terluka lagi
Membuatku tak bisa jatuh cinta 


03.15 AM


Sabtu, 18 April 2015

[Tak Bisa Melupakan]





—Oleh Rizka Desvita


Aku mudah tertawa pada lelucon
Aku terpesona pada langit yang berubah
Aku akan menangis pada film picisan
Aku sekarang sendirian . . .

Biarkan aku mengucapakan sebuah kata-kata

Sungguh aku tak ingin lagi peduli tetangmu
Aku akan segera melupakanmu
Dapatkah kau mengatakannya juga ?
Maukah kau melakukannya juga ?

Menggengamnya dengan erat lalu terjatuh
Aku melakukannya berulang kali seperti orang bodoh
Hanya berharap melupakan semua tentangmu
Air mataku mengalir lagi . . .


Sunday, 19 April 2015
7 : 28 AM

Senin, 19 Januari 2015


-idesseu.blogspot.com

[Goresan Rindu]




—Oleh Rizka Desvita

Dalam dinginnya pagi
Masih terselip kehangatan rinduku
Aku sudah bilang pada mentari
Bahwa,kutitipkan salam rinduku padamu

Lihatlah...
Betapa banyaknya helaian rambut
Itu belum seberapa Dengan rinduku padamu
Bahkan tetesan hujan pun belum sebanding

Jika rinduku adalah hujan
Yang aku yakini adalah
setengah bumi sudah tenggelam

Jika rinduku adalah oksigen
Aku akan terus menghirupnya,
Sampai tubuhku tak bernyawa lagi

Jika rinduku adalah komedi putar
Ia tak akan berhenti berputar
Karna dirimu adalah porosnya

Jika rinduku adalah luka
Ia adalah segumpalan darah
Yang memaksa untuk keluar dari kulit

Jika rinduku adalah amalan baik
Tak terbayangkan...
bagaimana sibuknya malaikat Raqib

Dengan pena kugoreskan tintaku
Kutumpahkan didalam lembaran kertas
Hingga menjadi untaian kata tentangmu
Aku merindukanmu dengan cara sederhana


___




Surat.



—Oleh Rizka Desvita

Teruntuk : yang telah menemukan seorang perempuan dengan hati yang remuk serta kegagalan cinta.

Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan
Terimakasih telah menjabat jemari tanganku saat aku akan terjatuh dijurang kesengsaraan. Terimakasih telah menemukanku diantara daun – daun yang gugur. Terimakasih telah berjalan bersamaku bahkan disaat hujan yang gelap. Terimakasih karena dapat membaca keresahan dalam diriku. Terimakasih sudah menjadi payung untukku. Terimakasih.

Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan
Kamu yang selama ini kucari, dalam setiap langkah, setiap malam, setiap ruang bahkan ke sudutnya.  . kukira aku tak akan pernah bisa menemukan lelaki dengan setiap kesederhanaannya, tali optimis ini nyaris putus. tetapi benteng pikiran itu runtuh sesudah aku mengenalmu. Terimakasih sudah menjadi prajurit dengan perisai keyakinan. Terimakasih.

Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan
Aku sungguh sangat tidak menyangka dapat mencintaimu dengan penuh tanpa batas tanpa jeda. Tidak menyangka bahkan tidak berani bermimpi ada kata ‘kita’ dalam kisah ini. Sungguh tak pernah menyangka kau akan menjadi seseorang yang berarti untuk kelangsungan hidupku. Tak menyangka pula pentingnya keberadaanmu sebanding sepenting seberarti dengan oksigen yang kuhirup. Terimakasih sudah membuat satu kata dengan makna. Terimakasih.

Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan
Disaat dunia terpenuhi dengan ribuan bahkan jutaan perumpuan berparas cantik kau memilihku yang biasa saja ini. Memelukku dengan erat membuat kepercayaan diri ini berdiri kembali. Memuja seolah aku angin dan kau hujannya. Terimakasih untuk tidak menepi kemana – mana, dan mencintaiku dengan sewajarnya. Terimakasih banyak bung.

Untuk lelaki yang sedang dalam pelukan yang sudah menunjukkanku mana langkah yang benar,
Kumohon tetaplah seperti ini. Aku mencintaimu.sangat.




Jumat, 14 November 2014

[Aku Sudah Siap Tanpamu]





—Oleh Rizka Desvita

Pernahkan kau merasakan saat dimana,
Kata putus telah terucap namun hati tetap berharap?
Aku pernah...
Percayalah saat aku mengucapkan kata tersebut
Sebenarnya ada keinginan agar kau mengucapkan,
Bahwa kau ingin berubah untukku...
Boleh-kah?
berhak-kah?
Percayalah sampai saat ini, jam ini, menit ini, bahkan detik ini
Walau kedua belah bibir mengucapkan kata putus, sesungguhnya aku masih mengharapkanmu
Jadi teringat perkataan beberapa orang, hidup itu singkat seperti mengcapkan kata putus. haha
Masih kamu yang menguasai waktuku bahkan hatiku
Kata putus yang terucap tak akan mengubah peasaanku padamu
Sudah kucoba melupakan semua kenangan kita, menerima bahwa semuanya sudah berakhir, semuanya sudah selesai
Tapi tetap saja aku tak mampu menghilangkan bayanganmu dibenakku
Haruskah aku menyiapkan diri untuk terbiasa tanpamu?
Iya hanya aku saja...
Kamu sih sudah biasa tanpa aku
Kamu tau gak, hidupku tidak pernah baik tanpamu
Kamu sadar gak, kamu itu sudah datang, membuat hariku indah, membuatku jatuh cinta, namun akhirnya pergi begitu saja disaat aku mulai tak bisa tanpa hadirmu.
Kamu percaya gak kalau aku bilang itu?
Karna kita sudah melewati semuanya bersama adalah salah satu sebab aku sulit menghapusmu
Melupakanmu? Sungguh bukan keinginanku, hanya saja aku ingin hidup lebih baik tanpamu
Biarkan aku membiasakan diri hidup tanpamu saat ini
Semoga memori indah bersamamu masih terus bisa menghiasi hatiku
Aku tau tak mungkin mengatakan, aku sudah berhenti mencintaimu
Tapi semoga suatu saat aku akan mengatakan bahwa, aku sudah siap tanpamu. Belajar hidup tanpamu.




♥ MUSIC ♥

♥ MUSIC ♥
come play keyboard

♥ MUSIC ♥

♥ MUSIC ♥
come sing a song